Grey zone

Learning. Sharing. Self-note. Review.

 Lately, nights have been the hardest part of my day.

Not because something happens, but because everything finally stops.

And when it does, my thoughts get loud.


Every night, I overthink.

I replay conversations, decisions, reactions.

I question whether I did the right thing,

whether I was too emotional,

or whether I should have tried harder.


There’s guilt I can’t seem to shake.

Guilt for choosing myself.

Guilt for leaving when things felt unbearable.

Even when I know I was hurting,

I still wonder if I could have handled it better.


I didn’t want to hurt anyone.

I didn’t want to be seen as selfish.

I just didn’t know how to stay without losing myself.

And that realization still hurts.


Some nights, the sadness comes quietly.

It’s not overwhelming, just heavy enough to sit in my chest.

I miss what was familiar.

I miss the version of myself that didn’t have to think this much.


I’m trying to remind myself that healing isn’t clean or linear.

That guilt doesn’t mean I was wrong.

That hurt doesn’t mean I failed.


The night knows my name because it sees all of this

the confusion, the regret, the softness I don’t show during the day.

I don’t have answers yet.

But I’m still here, writing, breathing, trying.


And for now, that has to be enough.


2025 has been a quiet kind of heavy.

Not loud, not dramatic. 

just persistent.

Loss found its way in, and somehow, things kept leaving after that.


I learned how to hold myself together while everything felt slightly off.

How to keep moving even when my heart wasn’t ready.

Some days, being functional was the only goal.

And I let that be enough.


There were mistakes. mine included.

Moments I wish I had handled differently.

People I trusted more than I should have.

I’m learning to sit with those realizations without turning them into punishment.


I didn’t always choose the right things,

but I chose to stay aware.

To reflect.

To repair what I could,

and to walk away from what kept hurting.


I’m not claiming strength.

I’m just still here.

Still trying to be softer with myself,

still learning how to carry grief without letting it define me.


2025 isn’t a year I’d want to repeat.

But it’s a year that changed how I stand,

how I choose,

and how carefully I protect what’s left of me.



Finally, it's December.  

Hi, Papah!

Papah harusnya lagi nikmatin masa tua di Solo kan?

kita rayain ulang tahun papah sambil bablas cuti tahun baru. 

kita bakar-bakaran di teras rumah solo itu. 

aku bikinin mashed potato kesukaan Papah itu. 

bikin beef teriyaki yang juga favorit Papah itu.


tapi ternyata, Papah lebih pilih pulang ke Klaten ya?

bareng yangti yangkung. biar jadi anak yangti yangkung lagi ya Pah?


Banyak hal yang kita lewatin tanpa Papah. 


Papah harusnya anter ania berangkat ke sekolah. 

liat cucunya bisa masuk ke sekolah yang dipinginin sama yangkung nya.


harusnya diawal tahun aku bisa ceritain masa masa terberatku ya Pah. 

dengerin keluh kesah anak pertamanya. 


Pah, aku mau cerita banyak. 

banyak hal yang belum sempet aku ceritain.

aku kangen Pah.

pingin cerita dan dapet pembelaan dari papah. 

pingin minta maaf dan minta wejangan buat apa yang harus kulakuin. 


tiap bulan berusaha sebisa mungkin datengin papah ke Klaten. 

sampe disana malah gak sempet cerita, cuma bisa nyurahin rasa kangen aja. 

ngebayangin muka papah, berandai andai bisa berinteraksi lagi. 


Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu anhu wakrim nuzulahu, 
wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas.  
Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari.

 

the end of the roughest year. 

losing my loved one, losing my spark, losing colour to my life. 

crawling a lot in this life, hurting myself and others. 


kalau kata Nia, kangennya dikit aja biar gak nangis. 

tapi maaf yaaa Nia, kangen nya kali ini kangennya banyak banget. 




For the sake of protecting my peace era,
I detached to any drama that I didn't sign up for. 
And I’m refusing to be fixer for everyone’s chaos.  

This is not your playground. 
Everything I wrote,
its not about people. 
its about myself.
Its about my coping mechanism.
So, How dare you try to dim my spark.
Who are you to stop me from expressing myself.

DO NOT ASSUME SOMETHING THAT YOU KNOW NOTHING ABOUT. 
I do have my own burdens to carry.
DO NOT blame me for my empathetic reaction.
blame yourself for the chaos you created,
for the choices you made and refused to own.

I no longer carry the need to explain,
to fix, to be seen the right way.
It’s humiliating.
the way I put up with it.
some things will remain misunderstood.
and maybe that’s okay.


Kadang kita ketemu satu cerita fiksi yang bikin kita terdiam lama setelah nonton. Bukan karena ending-nya mengejutkan, tapi karena yang kita tonton terlalu familiar. Normal People (2020) bukan cuma serial drama romantis biasa. Film ini bercerita tentang cinta yang nggak bisa dijaga, luka yang nggak pernah sembuh, dan dua orang yang saling menyakiti padahal sebenarnya cuma butuh dimengerti.


Buat yang belum nonton: Normal People bukan series dengan plot twist. Ceritanya pelan, banyak adegan diam, banyak tatapan yang nggak diucapkan dengan kata, Tapi justru di situlah letak kekuatannya. Ini bukan cerita tentang “akhir yang bahagia”. Ini cerita tentang dua manusia yang tumbuh, tersesat, dan mencoba saling mencintai dengan cara yang mereka tahu—meskipun sering kali, cara itu salah.


Series ini ngikutin perjalanan dua orang—Connell Waldron dan Marianne Sheridan—dari SMA sampai kuliah di Dublin. Mereka beda dunia: Connell anak populer dari keluarga biasa, Marianne gadis “aneh” dari keluarga kaya yang dingin. Hubungan mereka rumit dari awal: penuh rahasia, gengsi, rasa takut, tapi juga koneksi emosional yang dalam banget.

Setelah masuk universitas, semuanya mulai berubah. Dinamika kekuasaan dan rasa nyaman mereka bertukar posisi. Mereka saling mendekat dan menjauh, berkali-kali, dengan cara yang nyakitin tapi juga sangat manusiawi.

Connell—penuh overthinking, takut ngomong jujur karena takut kehilangan orang. Aku nahan semua di dalam, berharap orang lain bisa ngerti tanpa aku harus ngomong. Tapi justru itu yang bikin aku kehilangan.

Dan Marianne—ngerasa nyaman disakiti karena merasa nggak layak buat dicintai dengan sehat. Ada bagian dalam diriku yang percaya bahwa cinta harus menyakitkan, karena itu yang aku tahu sejak kecil. Nggak semua orang ngerti kenapa seseorang tetap bertahan dalam hubungan yang salah, tapi Normal People nunjukin itu tanpa harus ngehakimi.

Mereka nggak sempurna. Mereka bikin kesalahan yang sama berkali-kali. Tapi justru itu yang bikin kisah mereka begitu nyata—dan jujur, sakit.


Normal People bukan cerita tentang “siapa akhirnya sama siapa.” Ini tentang dua jiwa yang tumbuh bersama, tapi tidak pernah sepenuhnya sembuh. Ini tentang betapa sulitnya menjadi orang dewasa ketika luka masa kecil belum benar-benar kamu urai. Tentang mencintai seseorang, tapi belum mencintai diri sendiri. Setelah nonton ini, aku sadar: mencintai seseorang nggak cukup. Kamu juga harus tahu gimana cara mencintainya, dan yang paling penting, kamu juga harus nyembuhin diri sendiri dulu.

Selain itu, series ini ngajarin bahwa luka yang nggak disembuhkan bakal nyeret orang lain ikut luka juga. Dan kadang, orang yang kita cintai… bukan orang yang harus kita miliki selamanya. Normal People bikin aku berdamai dengan masa lalu—karena aku akhirnya bisa lihat bahwa aku nggak sendirian. Dan kadang, cerita fiksi bisa jadi penyelamat kecil dari realita yang berat. Dan buatku, ini bukan drama fiksi.

Waw. Its almost a year to be here again.

hai my long friend. I miss blogging here. Postingan pertama di 2025 mau sharing banyak tentang kilasan tahun lalu dalam bingkai waktu dan cerita.

intro nya gausah panjang panjang, karena menceritakan hal ini gak akan bisa ku tulis selesai dalam 1 malam. Aku bertekad untuk menyelesaikan tulisan ini. Banyak pelajaran dalam 1 tahun kemarin, bittersweet life. Mari mulai dari bulan januari.

Januari, 2024.

konteksnya tentang kerjaan, karena ingat kan 2023 akhir tahun itu lagi masa masa nya kerja rodi? Orang orang baru banyak mempertanyakan kapasitasku berada disitu,yg bertahan paling lama. 2024 waktunya ku membuktikan. Aku memang gak sendirian, aku didukung banyak orang sampai aku bisa mewujudkan pembuktian ini. pindahan kantor dan momong “anak” ku SIMEKA. lembur sabtu minggu untuk stabilin kondisi server yang baru selesai migrasi tempat. Tidak lupa menyelesaikan tugas tugas semester III hingga tetesan darah terakhir. Januari ku ttg itu. 

Februari, 2024. 

Highlight bulan ini adalah adalah liburan ke sukabumi bersama teman Nia. nginep di villa 1 malam, cukup unik tapi disana gabisa lepas dari bayang-bayang thesis huhu. untuk kehidupan kantor ke lombok bersama huru haranya lagi. oiya, sempat ada juga depresive era ku. its oke, thats life right? i can go through it. 

Maret, 2024. 

awal maret, nonton konser Novo Amor. huaaa. sweet. kemudian, ada agenda ikutan event lari. uhuy. kayanya mulai addict sama running dimulai dari bulan ini. lebih rajin lari 5K - 10K di weekend muterin dari salemba - tugu tani - taman suropati - rscm dan kembali ke salemba. kemudian bulan ini juga lagi sering-seringnya kumpul sama mba mba mas mas pejuang thesis. iya kumpul di kampus untuk sekedar saling menyemangati ngerjain bareng dari siang sampe sore. oh bahkan buka puasa jugaa. kemudian di kantor ? punya kumpulan teman jajan. terus ada kegiatan halal bihalal di rooftop kantor baru. 

April, 2024. 

LEBARAAAN. di kantor bertukar hampers sebelum mudik. tapi tahun ini jatahnya di Bekasi a.k.a di rumahnya Adit. dan disini adalah struggle masa masa mba labil minta tambahan cuti libur. huaaa kalang kabut rasanya, but we can through it!!

Mei, 2024. 

di bulain mei masih euphoria lari dan thesis. huhuhu. kejar target cuy. dibulan mei lagi tergila gila sama band Reality Club yang jadi band pembuka konser Epikhigh. kemudian dibulan Mei ada Capacity Building di Bandung. di bulan ini, awal mula me-romantisasi interaksi dengan sesuatu. hanya sedikit friksi, tapi cukup menyadarkanku bahwa celahnya ada. bukan mencari kesempatan, hanya saja memaknai  kehidupan yang cukup monoton jadi lebih berwarna dengan sedikit bumbu manis, tapi tanpa bermaksud untuk berlebihan. bulan Mei, sempetin liburan keluarga ke jogja dan nginep di Gunung Kidul. dapet villa yang cukup unik tapi say no untuk yang kedua kalinya. hahaha.

Juni, 2024. 

di bulan juni adalah detik detik terakhir, titik penghabisan darah berjuang meraih gelar M.TI.  kemudian, disisipi dinas ke Jogja lagiii. randomnya, impulsif ke pantai Gunung Kidul, kocak banget. udah gitu, kita ambil penginapan pake Airbnb dan makan sehari 6 kali tuh gimana yaaa. seruuuuu. habis itu, di 19 Juni aku akhirnya sampai dititik SIDAAANGGG. happy, puas, karena hasil karyaku beneran dibikin pake kucuran keringet, cari sana sini, trying my best dan hasilnya pun uuuh memuaskan <3. FINALLY BISA BERNAFAS LEBIH LEGA DARI BEBAN THESIS SEPANJANG TAHUN INI. hehe walopun masih ada beban revisi, but its okey, gak minor dan masih bisa di handle. kemudian dirayakan dengan lari mandiri jogja marathon!! happy. 

Juli, 2024. 

di awal juli, kembali ada episode depresive ku lagi. hehe. merasa tidak didengarkan, dihargai lagi. its okay. life must go on right? kemudian ada event di Festival UMi di Ancol, seperti biasa jadi pemateri. kemudian mlipir makan eskrim dan odeng di lawson. wkwkw random kan. kemudian diajakin dinas ke Bandungggg. lagi lagi nginep di Airbnb, ckck. happy nya, makan siang sempetin untuk ketemu Ariiiin sebentar.  

Agustus, 2024. 

WISUDAAA. finally bisa buktiin ke papah mamah, anaknya bisa sampe di titik ini. dan bersyukur bisa melewati dan menyelesaikan semuanya dengan baik berkat dukungan support system. rasanya dibulan ini berbunga-bunga, lega. ditambah akhir-akhir ini rasanya sibuk menikmati detik-detik yang tiba-tiba jadi lebih hidup dari biasanya. sehari-hari jadi lebih ringan,  langkah jadi enteng, padahal gak ada yang berubah kecuali denyut kecil yang entah kenapa selalu ada. Tapi rasanya manis, kadang nyesek, tapi nyesek yang ditunggu-tunggu. Dunia tetap sibuk seperti biasa, tapi aku? entahlah. semuanya semenjak 

September, 2024. 

Bulan ini lagi ada project tentang pendampingan, dan lagi banyak show untuk jadi pembicara. HAPPYY!! di bulan ini lagi ngerasain sesuatu yang aneh sih. Kayak jatuh cinta, tapi nggak ke siapa-siapa. Cintanya ke hidup ku sendiri, ke hari-hari yang ku jalanin. Kadang ada rasa pengen banget cerita ke semuanya, tapi ku tau itu nggak bisa. Jadi ya, cuma nikmatin aja, seneng sama apa yang ada, meski kadang hatinya masih ribet sendiri. Intinya sih, lagi belajar sayang sama hidup, walaupun ada hal-hal yang gue simpen rapat-rapat.

Oktober, 2024.

di bulan ini gak terlalu mulus jalan ceritanya. namanya juga hidup kan? ada up and down. its okay. disini lagi kesandung sedikit masalah, masalah kecil lah. tapi cukup menyita pikiran dan hati. desperate, kecewa, sedih, nangis. cukup nano-nano. dinamika kehidupannya cukup rollercoaster. 

November, 2024. 

semakin deep. di bulan ini belajar beberapa hal, salah satunya tentang konsep accepting. menerima bahwa semuanya berubah. menerima bahwa sesuatu yang bukan untuk kita memang harus menjauh dan pergi. berat, tapi its okay. banyak hal yang bisa kita fokusin. bukan bulan yang terbaik, tapi bener bener jadi ngerti rasanya broken too deep. 

Desember, 2024. 

Setelah lulus, akhirnya memutuskan untuk pindah tinggal ke Bintara lagi. akhirnya melepaskan previllage berangkat dan pulang kantor cuma 15 menit. tiap pagi bisa lari di Taman Suropati. huhu. ya mungkin memang udah jalannya disuruh "pulang" untuk menyembuhkan dan recovery baik hati maupun pikiran. dan ya, coming back to home disaat ini adalah waktu yang paling tepat. ku menemukan kembali kehidupan yang seharusnya. finally bisa benar-benar menerima segala yang terjadi di 3 bulan terakhir. dengan perasaan yang masih tertinggal tapi lagi-lagi ya memang begini jalannya. 

---

Thats it. my precious 2024.  teruntuk Ninda, terima kasih sudah bertahan, sudah mampu melewati semuanya, belajar untuk hal-hal yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. mungkin orang lain gak akan bilang ini, tapi seriously i'm more than proud of you. you really really did a good job to live this life to the fullest. semoga di tahun 2025 kamu bisa lebih berani, kuat dan bersinar. 

hehe, praising myself won't hurts right? 

finally tulisan ini selesai. sekian highlight 2024. see you di tahun depan, doakan semoga tahun ini ada banyak blessing, happiness and love. 

pernah kah kamu merasa sedang berada di titik terendah mu? 

padahal yang sebenarnya kamu hanya sedang dalam masa "ujian kenaikan kelas"

kenapa ketidak tahuan ini menjadi momok yang begitu menyiksa.

ini wajar bukan dalam hal pendewasaan? 

tahun 2023 sudah berhasil ku lalui dengan nano-nano. apakah tahun ini akan berjalan semanis 2023? 

ups, 2023 ku penuh dengan kemanisan by the way.

iya, di akhir tahun ke menemukan sebuah motivation booster. 

disaat kerjaan sedang ada di fase puncak-puncaknya. 

semoga tahun ini, masih bisa menjalani hari hari ditemani  vitamin booster.

supaya perjalanannya terasa indah walaupun berat. 

semoga, perjalanan pendewasaan ini bisa ku tanamkan sepenuh hati.

bisa menjadi pelajaran besar dan batu loncatan yang jauh. 

Ninda, kamu bisa! 

cuma mau bilang, kalau saya sedang bahagia ditengah badai tugas kuliah yang menerpa, ditengah insecurity yang sedang menghalau pikiran saya setiap saat, ditengah kekurangan tidur saya, ditengah ketidakpastian dalam 1 hal, ditengah semua yang sedang saya hadapi. seriously i'm happy. 

aku bangga, bahwa diriku terbentuk jadi pribadi yang fokus pada kebaikan dan hikmahnya. mungkin kata orang, ah munafik sekali, tapi memang itulah yang ada dibenak saya. ngapain yang udah gabisa kita kontrol harus kita bikin pusing? why?

kamu tau apa yang buat semuanya terasa begitu ringan? ku punya support system yang MashaAllah baiknya, selalu mendukung, menemani, dan mendengarkan. ku punya lingkungan yang membuatku tidak merasa sendiri. dan pasti nya Allah yang membuat semuanya terasa mudah dan terbaik untukku. memang berprasangka baik sama Allah itu susah susah gampang untuk dilakukan, tapi sekali bisa nerapin mashaAllah manfaatnya super duper yaaa.

 Selasa, 21 Maret 2023 - Salemba, Jakarta Pusat, 11th Floor - The Black Skirt playlist. 


Hi! Hello!
are you still here? 
how are you? hows your life?
are you happy? 
i'm so glad that you look so fine. 
i wish we could fix things up and ....
i don't know. i just kinda missing our conversation.
and thankyou for bringing up my clise statement on your instastory. huahahahaha i noted immedietly fyi. 
so, thats it. 

Setelah sekian lama, akhirnya ku menemukan my spark of joy lagi! 

i feel like, im in a sugar rush mode. cause i'm living in my best life right now! 

bukan, bukan ku tidak menikmati kehidupanku sebelum ini. hanya saja ini adalah hal baru yang patut ku sambut dengan gembira. karena, ya, ku sempat merindukan perasaan ini. melihat dan mendengar cerita dari teman sekitar yang merasakan hal yang sudah ku rasakan sebelumnya, rasanya ku ingin dipertemukan dengan perasaan itu kembali. 

bener bener semenjak pertengahan agustus kemarin, i'm smiling from ear to ear. 

banyak hal yang yang aku syukuri akhir akhir ini. dimulai dari support system aku yang benar benar membuat segalanya terasa mudah, disaat beban yang ku pikul semakin banyak. dari mulai teman, keluarga dan yang paling penting adalah suamik! bener bener keikhlasan dia, pengorbanan dia supaya aku bisa menjalani tahap ini sangat sangat aku kagumi. jika aku menjadi dia, pasti aku tidak akan mampu menjalani apa yang dia jalani saat ini. 

sekarang statusku terbagi menjadi 4. 

  1. seorang istri 
  2. seorang ibu 
  3. seorang pekerja
  4. seorang mahasiswa
see? how grateful i am to be able to take this all status at one time ? 

and now the questions are, how you accoupied with all of that ? how you living day by day ? 

sebagai gambaran, di hari weekday jam 6 pagi - 5 sore ku mencoba bermimikri sebagai pekerja fulltime di organisasi yang banyak sudah berkontribusi banyak dalam hal pengumpulan aset material maupun inmaterial pribadiku seperti pengetahuan, softskill dll. kemudian jam 5 sore sampai dengan jam 7 malam kuhabiskan separuhnya untuk perjalan pulang, dan separuhnya bercengkrama sebentar dengan anak. selanjutnya jam 7 malam - 10 malam ku habiskan waktu ku untuk menjadi mahasiswa yang dengan sepenuh hati mendengarkan materi demi materi. tidak hanya sampai disitu, jam 10 malam sampai dengan 12 malam ku habiskan waktu ku untuk nugas. baru setelah itu semua, aku bisa beristirahat. on repeat. 

kabar buruknya adalah, mungkin aku bisa di anggap sebagai istri/ibu yang acuh. lihat dari timeline waktuku, waktu bermain dengan anak sedikit, bahkan waktu sebagai istri ? hampir tidak ada. tapi tenang ada weekend  dimana ku bisa meluangkan banyak waktu untuk suami dan anakku. pembelaan yang masuk akal bukan? 

namun, bagaimana dengan waktu me time untuk diriku sendiri ? di waktu KULIAH dong! hah, kok bisa ? 

awal mula aku menyandang status mahasiswa itu adalah efek hasutan dari Melvi. tanggal 13 Juni 2022 siang hari, bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran & pembayaran untuk mengikuti SIMAK UI gelombang II 2022/2023, aku akhirnya mencoba mengisi formulir. dan setelah berpikir panjang, akhirnya ku melakukan pembayaran.  sejujurnya, kuliah S2 ini udah jadi impian aku dari sejak umur 20 tahun. namun karena keidealisan ku harus beasiswa dan juga universitas luar negeri, sedangkan kenyataanya ku terlalu nyaman untuk mencari uang, makanya 7 tahun berlalu begitu saja. sampe akhirnya kali ini aku benar-benar ingin mencoba memulai untuk mewujudkan impianku. akhirnya sampai ditahap pengerjaan tes secara online. ku mengerjakan dengan pikiran "kalo aku lulus gmn ya? tapi kalo gak lulus malu" ya, karena semua teman di kantorku mendengar kabar bahwa ku mengikuti ujian ini. setelah itu, tibalah saat pengumuman. dengan harap-harap cemas membuka pengumuman, dan... 


aku eligible jadi mahasiswa S2 Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer. woaaaah! dengan syarat mengisi surat konfirmasi dan pembayaran. singkat cerita, sampailah di momen OBM (semacam ospek) akhirnya muncul dokumen terkait pembagian kelompok. taraaa, aku kedapatan kelompok C6 berisikan 7 orang.  




saat OBM kelompok kita sepakat untuk membahas studi kasus di organisasi ku. aku jadi narasumber. setelah beberapa diskusi, mengulik, sampailah kita menyusun dokumen dan PPT. makin kesini makin seru. dan bener, pada saat presentasi kelompok kita dipuji sam tim penguji sebagai kelompok yang bagus. setelah selesai, group chat C6 masih ramai dengan seruan mari bersama sama. bahkan setelah selesai kegiatan OBM, kita masih belom bisa move on. ketika kelas offline, kita duduk bergerombol, walau aku cewek sendiri tapi mereka welcome. aku terlalu nyaman buat cari teman baru lagi  lol. dan momen offline juga jadi ga terasa berat karena mereka! serunya ketemu langsung setelah sebelumnya diskusi online. 

ku senang diskusi dengan mereka, ku senang bertukar pendapat dengan mereka, ku senang menyusun rencana dengan mereka, ku senang bercanda dengan mereka, ku senanggg!!! mereka baik dan mereka asik bahkan bisa disebut mereka care. bukan tipe yang ambisius, justru supportive. 

mas Gunung. bisa dibilang si leader dengan curiousity yang super tinggi. dia juga baik, care karena dia bisa ingat semua hal kecil yang pernah kita ceritain. 
mas Hafiz. si let it flow. karakternya, sikapnya, gayanya mirip sama yang pernah mampir di kehidupan saya sebelumnya dan banyak saya mention di platform ini. semacam dejavu. 
mas Rizki. si mas mas lemah lembut, yang hatinya super duper baik dari awal kenal. si Project Manager dan yang keren dia jago design UI/UX 
mas Bobby. si pendiam. diam diam rajin dan pinter. si paling berwibawa dan tinggi (?) 
mas Ziri. si suka ngebanyol. tukang nimpalin haha
mas Rakha. si bontot karena dia kelahiran paling muda tahun 1998. 

sampai detik ini, walaupun udah beberapa pecah grup, tp kita masih supportive. sampai tiba waktunya kita ketemu di group tugas kecil salah satu matkul bahas studi kasus. dan lagi, sangat amat menyenangkannnnn!!! 
ya, mereka my spark of joy.  happy nemu circle kaya mereka. yang bikin kuliah bukan hal yang membosankan. semoga selanjutnya bisa terus terusan sama mereka sampe lulus yaaaaa... 



beberapa tahun ini, 
alhamdulillah gak pernah ngerasa kosong.
tapi sesekali tersesat. 
lupa arah.

pernah terbesit di pikiran ku.
apa aku mati rasa ?
apa aku bahagia ?
apa aku sudah selesai dengan diriku ?
apa ini kehidupan yang aku mau ?

belakangan ini aku punya tameng
yang tanpa banyak drama
tanpa banyak effort
bisa aku pertahankan

benteng ketika dunia ku
flipping inside out
sandaran ketika hidup ku
tak sesuai harapan

sampai di titik 
aku yakin 
he is the one
he is what i need

tulisan ini 
bukan cerita tentang dia
tapi tentang aku yang mempertanyakan
apakah selama ini aku menjadi diri aku sendiri?
apa aku butuh waktu? 
apa aku butuh perasaan nano-nano itu lagi?

dunia terus berputar 
hari berganti demi hari
tak terasa aku berjalan di tempat
tak bergeming dari skenario dunia
tanpa perlawanan
tanpa penyesalan

ah! 
i'm tired
aku tersesat
tolong aku.



Subscribe to: Comments ( Atom )

Hit!

About Me

rianindaa
View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2026 (2)
    • ▼  February (1)
      • the night knew my name
    • ►  January (1)
  • ►  2025 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2024 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2023 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2019 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  December (1)
    • ►  March (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2017 (20)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (6)
  • ►  2016 (40)
    • ►  December (3)
    • ►  November (7)
    • ►  October (2)
    • ►  August (8)
    • ►  July (3)
    • ►  June (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
    • ►  February (4)
  • ►  2015 (11)
    • ►  November (11)
rianindaa. Powered by Blogger.

Labels

  • 2017 (2)
  • BDP (1)
  • Beasiswa (5)
  • BNI (1)
  • cerita ABG (1)
  • code (1)
  • confidence (1)
  • Danone (1)
  • Data (1)
  • Design (1)
  • drama (1)
  • Edufair (1)
  • fiction (1)
  • friendzone (1)
  • galau (3)
  • Indonesia (4)
  • Informasi (7)
  • Informatics Engineering (3)
  • introvert (1)
  • Jakarta (2)
  • Kemenkeu (1)
  • Korea (2)
  • Kpop (2)
  • Learning (11)
  • life hack (2)
  • LPDP (1)
  • LPDP Edufair 2017 (1)
  • menye (3)
  • MNC Media (1)
  • Mobile Design (1)
  • mood (4)
  • MT Star (1)
  • ODP IT (1)
  • ODP IT BNI (1)
  • Opini (2)
  • Pengalaman (9)
  • percaya diri (2)
  • Perubahan (3)
  • PHP (1)
  • playlist (1)
  • programing (1)
  • Proses Bisnis (1)
  • random (11)
  • Rekruitasi (3)
  • Review (6)
  • Revolusi (1)
  • romance (4)
  • Saybia-the second you sleep (1)
  • self-note (20)
  • SepakBola (1)
  • Sharing (25)
  • tips and trick (3)
  • UX Designer (2)
  • Web Developer (2)
  • Web Drama (1)

SUBSCRIBE

About me

Instagram

Pages

  • Home

recent posts

Press

Flickr Images

Like us on Facebook

3/recentposts

Follow Us

Favorit Post

  • Pengalaman: Seleksi MT STAR Danone 2015
    Hari ini malam long weekend kedua di bulan maret 2016. Nothing special. Jadi hari ini mau sharing tentang pengalaman seleksi MT Star Dano...
  • Pengalaman: ODP IT BNI
    Sebenernya ini pengalaman hampir 1 tahun yang lalu. tapi semoga masih bisa bermanfaat buat kalian.  Sejujurnya sa ya ketagihan nulis tenta...
  • That person and my stupidity
    Am i going to be alright without that person?  They say, as long as it is not an oxygen, you could live well without it.  I was hol...

Labels

Sharing self-note Learning random Pengalaman Informasi Review Beasiswa Indonesia mood romance Informatics Engineering Perubahan Rekruitasi galau menye tips and trick 2017 Jakarta Korea Kpop Opini UX Designer Web Developer life hack percaya diri BDP BNI Danone Data Design Edufair Kemenkeu LPDP LPDP Edufair 2017 MNC Media MT Star Mobile Design ODP IT ODP IT BNI PHP Proses Bisnis Revolusi Saybia-the second you sleep SepakBola Web Drama cerita ABG code confidence drama fiction friendzone introvert playlist programing

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright 2015 Grey zone.
rianindaa's