Judge-ing


In our society, there are many kind of people. people who do good and who do bad, people who agree and who disagree, people who likes and dislike. No matter what side are we in, people always gonna judge us. 

HALO! 
gak kerasa bulan februari udah mau habis, bentar lagi bulan ke-3, tiba-tiba udah mau 1 tahun kerja. cepet banget gak sih jalannya waktu, udah kaya sprint gitu jalannya  :(

By the way, Di antara kalian pernah gak sih nemuin temen yang ternyata kalian itu gak cocok? mungkin dari cara ngobrolnya, bercandanya atau yang lainnya. pasti pernah lah ya. 

karena pada dasarnya manusia itu diciptakan dengan karakter yang berbeda-beda alias unik. justru dari keunikan itu ngebuat kamu lebih hidup. kebayang gak sih kalo di dunia ini semua orang punya karakter yang sama kayak kalian? yang ada kalian bakal bentrok karena kepentingan masing-masing, gak ada yang mau ngalah, gak ada lagi yang namanya manusia sebagai makhluk sosial,  siklus manusia butuh-membutuhkan jadi nihil.

banyak hal yang bisa mempengaruhi pembentukan karakter masing-masing orang salah satunya adalah lingkungan sekitar. dimulai dari siapa keluarga kita, bagaimana orang tua mendidik kita, bagaimana pandangan saudara kita, mereka adalah  lapisan dasar yang membuat kita menjadi diri kita saat ini. contohnya, saya dilahirkan dari ibu yang senang bercerita 1 arah, dan ayah yang lebih memilih menghakimi dalam hati daripada berbicara, maka dari itu jadilah saya seseorang yang lebih suka mendengarkan dan mengolah "inputan" cerita di dalam hati. kemudian lingkungan kita "bermain" adalah lapisan kedua dalam pembentukan karakter seseorang. kata "bermain" disini saya kategorikan untuk kegiatan sehari-hari kita, salah satunya adalah kegiatan sekolah. sekolah adalah tahapan awal seseorang melihat dunia luar. disitulah seseorang menemukan bibit-bibit jati diri sejalan dengan proses pendewasaan.

sehubungan dengan perbedaan karakter tiap manusia ini, diperlukan rasa empati demi terjalinnya rasa kemanusiaan di muka bumi ini. orang yang kurang berempati, mereka hanya bisa menilai sesuati hanya dari 1 sudut pandang saja. pemikirannya belum terbuka lebar. ibarat katak dalam tempurung, ia hanya mengarungi 1 samudera, padahal ia diberi kemampuan untuk mengaruingi 5 hingga puluhan samudra lainnya. apa manfaatnya banyak menjelajah samudera-samudera itu? kamu akan lebih bijak, gak ngotot dan kebaikan akan selalu berpihak padamu. 

saya selalu heran sama orang yang suka nge judge orang seenak jidatnya. dengan bermodal kenal nama, dan sepercik cerita dari orang lain yang sumbernya juga gak terpercaya, orang itu bisa membuat sebuah kesimpulan yang condong ke arah negatif. yaaaah, selama kesimpulan itu gak berdampak langsung ke kehidupan kita sih gak masalah, biar lah itu jadi timbunan dosa orang itu. yang jadi masalah adalah ketika orang yang kita judge, sakit hati dengan perkataan kita. salah orangnya yang terlalu sensitif dengan perkataan orang? ada benarnya juga, tapi alangkah baiknya jika kita jaga lisan kita dari awal, bukan? 

gak munafik, aku juga pernah melakukan judging ke orang dengan bermodalkan kenal nama dan sepercik cerita dari orang lain, tapi aku selalu punya bantahan sendiri atas kesimpulanku yang mengarah ke bentuk yang negatif. setiap akibat pasti ada sebabnya, itulah bantahan yang salalu saya timpa untuk kesimpulan negatif yang saya buat. saya percaya, pada dasarnya, setiap manusia itu baik. hanya saja kehidupan, lingkungan dan faktor lainnya yang menyebabkan orang-orang bisa mendapat kesan "Jahat". perilaku "judging" juga bukan tindakan yang jahat, menurut saya itu adalah sifat alamiah manusia. setiap hal buruk pasti tersisip hal baiknya juga. semuanya berpasang-pasangan, negatif - positif, utara - selatan, barat - timur, kanan - kiri, begitupun pria - wanita. *halah* 

intinya, 
jagalah lisan kalian. karena perkataan itu bisa lebih tajam daripada mata pisau. mari instropeksi diri, kalau gak mau dirugikan, janganlah merugikan yang lain. 
because what you do is what you get. law of karma does exist, guys!
dan yang terakhir, marilah untuk saling mengerti dan memberikan pengertian ;)


salam hangat untuk para jomblowan, dan jomblowati yang sedang kedinginan di dalam kamarnya seiring dengan derasnya hujan turun membawa kenangan-kenangan yang turun. ea. #jomblosusahmoveon. 
selam hangat juga untuk jomblowan dan jomblowati yang sedang berbahagia karna yang sudah menemukan pengisi hati yang bersarang laba-laba itu. #jomblosudahmoveon. 


*P.S : sejujurnya, postingan ini udah sedikit keluar konteks dari draft awal yang mau saya publish, tapi lagi-lagi karena empati itu saya gak jadi mempublish konteks yang ada pada draft awal. FYI aja sih, semoga bisa jadi contoh yang baik untuk pembaca dan berkenan membaca tulisan amburadul ini. #apasih #pentingbanget

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello. Rianindaa here. Jakarta, 14 Mei 1994. hobi menulis, design dan travelling. welcome to my world and enjoy the page!

0 comments:

Post a Comment